Tendik diwajibkan memiliki semangat baru dalam mengajar Pendidikan Pancasila, Waka BPIP paparkan alasannya.

Tendik diwajibkan memiliki semangat baru dalam mengajar Pendidikan Pancasila, Waka BPIP paparkan alasannya.

Baca Juga:

Distribusi Pelajaran Pancasila di Indonesia

Menurut Wakil Kepala BPIP Karjono Atmoharsono, hukum telah kehilangan mata ajaran dan kuliah Pancasila selama lebih dari 20 tahun di semua tingkat pendidikan formal. Hal ini diungkapkan dalam pidato pembukaannya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Senin (15/8/2023). Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ini dihadiri oleh lebih dari 51 dosen Pancasila dan Kewarganegaraan.

Sejarah Pancasila dalam Hukum

Karjono juga menjelaskan sejarah kejayaan Pancasila dari segi hukum. Pada masa pemerintahan Bung Karno, Pancasila mengalami kejayaan melalui Penetapan Presiden Nomor 19 Tahun 1965 yang mengatur sistem pendidikan nasional berdasarkan Pancasila. Namun, kemudian terdapat beberapa perubahan undang-undang yang menghilangkan mata pelajaran dan kuliah Pancasila.

Kondisi saat Ini dan Tugas Kita

Saat ini, generasi milenial, termasuk yang dikenal sebagai generasi Z, tidak lagi diperkenalkan dengan Pancasila. Hal ini sangat memprihatinkan karena dalam survei yang dilakukan oleh SMRC, sebagian besar responden memiliki pemahaman yang minim tentang Pancasila. Survei BNPT juga mencatat bahwa 85 persen generasi milenial rentan terpapar radikalisme.

Dalam rangka mengembalikan Pancasila pada tempatnya, sangat penting bagi pendidik, baik guru maupun dosen, untuk memiliki kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. UNJ juga diharapkan menjadi Kampus Benteng Pancasila dalam menjaga keberadaan dan kekuatan Pancasila dalam pembangunan negara yang harmonis dan berkualitas.

Langkah-langkah Konkret

Beberapa langkah konkret telah diambil untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila. BPIP telah membentuk tim penyusun buku ajar Pancasila yang mencakup berbagai tingkatan pendidikan. Ada juga buku referensi Pancasila yang telah ditetapkan sebagai bahan pembelajaran di tingkat PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Peran Dosen PPKn dan Komitmen Bangsa

Dosen PPKn memiliki peran utama dalam memelihara dan memupuk komitmen kebangsaan terhadap Pancasila. Dengan dedikasi mereka, UNJ telah menjadi lembaga pendidikan yang memastikan generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai luhur Pancasila.

Salam Pancasila dan Lagu Indonesia Raya

Wakil Kepala BPIP juga memperkenalkan Salam Pancasila yang digagas oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Salam Pancasila merupakan salam kebangsaan yang menyatukan. Ia juga menjelaskan tentang tiga stanza dalam lagu Indonesia Raya yang diatur dalam UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Kegiatan di UNJ

Kegiatan Pelatihan dan Penyegaran Dosen Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan di UNJ dihadiri oleh Rektor UNJ, Dekan Fisip UNJ, Ketua LP3M, Koorpus LMU, dan para dosen.

Baca Juga: