Seri A Liga Tersulit di Eropa, Cristiano Ronaldo Beberkan Alasan Liga Italia Sudah Mati

Seri A Liga Tersulit di Eropa, Cristiano Ronaldo Beberkan Alasan Liga Italia Sudah Mati

Baca Juga:

Cristiano Ronaldo Salah Besar Sebut Liga Italia Sudah Mati

BINTANG sepakbola Portugal, Cristiano Ronaldo, pernah mengatakan bahwa Liga Italia sudah mati ketika dia bergabung dengan Juventus pada tahun 2018. Namun, tampaknya pernyataan tersebut adalah sebuah kesalahan besar. Berikut ini adalah tiga alasan mengapa mantan pemain Juventus tersebut salah besar dalam mengatakan hal tersebut.

Seri A Belum Mati

Ronaldo memang benar ketika mengatakan bahwa minat terhadapnya tinggi, namun Serie A tidak mati ketika dia tiba dan juga tidak menurun setelah dia pergi. Prestasi terbaru klub-klub Italia di Eropa membuktikan hal ini. Mereka mencapai Final Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Conference League musim lalu melalui Inter, Roma, dan Fiorentina. Meskipun belum berhasil memenangkan trofi, mereka sedikitnya berhasil mencapainya dengan bermain sepakbola yang menghibur.

Italia Masih Juara Eropa

Bukti lain yang harus diperhatikan oleh Cristiano Ronaldo adalah fakta bahwa Italia masih menjadi juara bertahan Eropa. Tim U-20 Italia berhasil mencapai Final Piala Dunia bulan lalu, dan tim U-19 mereka baru-baru ini memenangkan Euro dengan mengalahkan Portugal dalam pertandingan final. Meskipun sepak bola Italia belum sempurna, hal ini tidak berarti Serie A sudah mati.

Pemain Seri A Laris di Pasaran

Bukti lainnya adalah klub-klub Premier League terus melakukan pembelian pemain dari klub-klub Serie A. Beberapa pemain seperti Andr Onana, Rasmus Hojlund, Sandro Tonali, Guglielmo Vicario, dan Romelu Lukaku telah dibeli dengan harga yang cukup tinggi oleh klub-klub di Premier League. Ini menunjukkan bahwa kualitas pemain dan daya tarik Serie A masih ada.

Seri A sebagai Liga Paling Kompetitif di Eropa

Serie A mungkin bukan liga terkaya di dunia, tetapi transfer-transfer besar yang terjadi membuktikan bahwa kualitas masih ada. Sejak kepergian dominasi Juventus, Serie A telah melihat tiga klub berbeda menjadi juara liga dalam tiga musim terakhir. Hanya La Liga yang memiliki hal yang sama dengan Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid, yang masing-masing memenangkan satu gelar dalam tiga musim terakhir. Sementara itu, di Premier League, Manchester City meraih tiga gelar domestik berturut-turut, dan hal yang sama juga terjadi di Bundesliga dengan Bayern Munich. Meskipun demikian, Serie A dan sepakbola Italia perlu mengambil keputusan penting untuk mengembangkan permainan di negara tersebut dan menarik lebih banyak investor yang dapat meningkatkan liga di dalam dan di luar lapangan.

Kesimpulan

Pernyataan Cristiano Ronaldo bahwa Liga Italia sudah mati adalah salah besar. Serie A masih merupakan liga yang kompetitif dengan klub-klubnya yang berhasil mencapai tahap akhir kompetisi Eropa dan dengan pemain-pemainnya yang diminati oleh klub-klub Liga Premier. Italia juga masih menjadi juara bertahan Eropa dan masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Meskipun demikian, langkah-langkah penting perlu diambil untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan investasi di dalam dan di luar lapangan. Laporan mengenai kematian ‘Seri A’ terlalu dibesar-besarkan, bahkan yang datang dari Cristiano Ronaldo sendiri.

Baca Juga: