Presiden Trump Diminta Kooperatif: Serahkan Diri Sebelum 25 Agustus dalam Kasus Georgia

Presiden Trump Diminta Kooperatif: Serahkan Diri Sebelum 25 Agustus dalam Kasus Georgia

Baca Juga:

Donald Trump Diberi Waktu Hingga Jumat, 25 Agustus Untuk Menyerahkan Diri

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diberikan waktu hingga Jumat, 25 Agustus untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang sebelum ditangkap. Dakwaan kejahatan baru dijatuhkan padanya pada Selasa, 15 Agustus 2023 oleh dewan juri Georgia. Dakwaan ini menggunakan undang-undang kejahatan terorganisir dan menuduh Trump dengan upaya membatalkan kekalahannya dalam pemilu 2020.

Dakwaan dan Tuntutan Pidana Terhadap Trump

Dakwaan yang dijatuhkan pada Senin, 14 Agustus 2023 oleh Jaksa Wilayah Fulton County Fani Willis mencantumkan 19 terdakwa termasuk Trump dan 18 rekannya. Dakwaan ini melibatkan skema untuk membalikkan kekalahannya dari Joe Biden dalam pemilu presiden 4 tahun lalu. Surat dakwaan sebanyak 98 halaman mencantumkan 41 tuntutan pidana secara keseluruhan. Semua terdakwa didakwa melakukan pemerasan yang ditujukan kepada anggota kelompok kejahatan terorganisir.

Waktu Menyerah dan Jadwal Persidangan

Willis memberikan waktu kepada Trump dan terdakwa lainnya hingga Jumat, 25 Agustus tengah hari untuk menyerah secara sukarela. Penyerahan diri ini akan menghindarkan mereka dari penangkapan. Willis juga mengumumkan niatnya untuk mengadili semua 19 terdakwa dalam waktu enam bulan. Kasus ini akan ditangani oleh Hakim Scott McAfee yang sudah ditunjuk sejak Februari oleh Gubernur Republik Brian Kemp. Pengadilan negara bagian Georgia memungkinkan kamera televisi, sehingga publik dapat menyaksikan persidangan mantan presiden secara langsung di TV.

Reaksi Trump Terhadap Dakwaan

Trump mengkritik dakwaan tersebut dan menyebutnya sebagai “perburuan penyihir” politik. Dia menuduh Jaksa Wilayah Fani Willis yang merupakan anggota Partai Demokrat berusaha menyabotase upayanya untuk menjadi presiden kembali. Sejak kalah dalam pemilu 2020, Trump telah berulang kali mengklaim adanya kecurangan yang meluas dalam pemilu tersebut. Namun, klaim tersebut telah ditolak oleh pengadilan dan peninjauan yang dilakukan oleh pemerintahannya sendiri.

Masalah Hukum Lain yang Dihadapi Trump

Selain dakwaan di Georgia, Trump juga menghadapi dakwaan dalam tiga kasus kriminal lainnya. Dia menghadapi pengadilan negara bagian New York pada Maret 2024 terkait pembayaran uang tutup mulut kepada bintang porno. Dia juga akan menghadapi pengadilan federal di Florida pada Mei yang menuduhnya salah menangani dokumen rahasia federal. Selain itu, dia juga menghadapi dakwaan ilegal di pengadilan federal Washington karena mencoba membatalkan kekalahannya dalam pemilu 2020.

Pengaruh Masalah Hukum Terhadap Pemilihan 2024

Masalah hukum yang dihadapi oleh Trump dapat berdampak pada pemilihan presiden 2024. Meskipun keunggulannya dalam jajak pendapat atas saingan dari Partai Republik masih besar, masalah hukum tersebut dapat merugikannya di kalangan pemilih independen. Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos bulan Juli, sebanyak 37% pemilih independen mengatakan bahwa kasus kriminal ini membuat mereka tidak cenderung memilih Trump.

Baca Juga: