Panji Gumilang Yang Selalu Ngeles Ketika Diajak Ketemu MUI

Panji Gumilang Yang Selalu Ngeles Ketika Diajak Ketemu MUI

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang, mendapatkan ketidakpuasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI berupaya bertemu langsung dengan Panji untuk mengklarifikasi berbagai pernyataan kontroversial yang dinilai melenceng jauh dari syariat Islam. Namun, Panji selalu memberikan alasan dan menghindari pertemuan tersebut.

Baca Juga:

Ketidakpuasan MUI terhadap Panji Gumilang

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang, mendapatkan ketidakpuasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI berupaya bertemu langsung dengan Panji untuk mengklarifikasi berbagai pernyataan kontroversial yang dinilai melenceng jauh dari syariat Islam. Namun, Panji selalu memberikan alasan dan menghindari pertemuan tersebut.

Permintaan MUI kepada Panji Gumilang

MUI berharap Panji Gumilang dapat mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan yang dipersoalkan meskipun sebenarnya MUI telah memiliki fakta dan data yang sangat akurat. Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI, Firdaus Syam, kepada wartawan pada Sabtu (24/6/2023).

Poin yang ingin diklarifikasi oleh MUI

MUI ingin mengklarifikasi empat hal yang menjadi pernyataan kontroversial Panji Gumilang, yaitu pernyataannya mengenai asal Kitab Suci Al-Qur’an, penafsiran Ayat Suci Al-Qur’an, penafsiran Tanah Suci, dan penafsiran tentang hubungan dengan lawan jenis. Sampai saat ini, Panji belum memberikan penjelasan terkait pernyataan-pernyataan kontroversial tersebut.

Reaksi MUI terhadap perilaku Panji Gumilang

Meskipun Panji Gumilang akhirnya hadir dalam pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate pada Jumat (23/6/2023) kemarin, namun dia tidak memberikan penjelasan apapun. Panji hanya bersedia memberikan klarifikasi melalui pernyataan tertulis. Hal ini mengecewakan MUI karena mereka menginginkan kejelasan mengenai pernyataan-pernyataan tersebut agar dapat memberikan penilaian berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam.

Tindakan selanjutnya dari MUI

MUI akan segera menentukan langkah-langkah terkait masalah Pondok Pesantren Al-Zaytun, karena mereka telah memiliki data yang lengkap mengenai keberadaan dan kegiatan Pondok Pesantren Al-Zaytun sejak tahun 2002. Data ini akan dilaporkan kepada pimpinan dan dibahas dalam Sidang Komisi Fatwa MUI untuk menentukan apakah perilaku tersebut termasuk dalam kategori penyimpangan, penistaan, penyesatan, atau penodaan agama.

Baca Juga: