Mengikuti Langkah Indonesia, Penolakan Malaysia Terhadap Impor Sapi Australia, Apa Sebabnya?

Mengikuti Langkah Indonesia, Penolakan Malaysia Terhadap Impor Sapi Australia, Apa Sebabnya?

Baca Juga:

Malaysia Menghentikan Impor Sapi Hidup dari Australia

Malaysia telah mengambil keputusan untuk sementara waktu menghentikan impor sapi hidup dan kerbau dari Australia. Langkah ini diambil setelah Indonesia juga menangguhkan impor sapi asal Australia akibat ditemukannya penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh virus lumpy skin disease (LSD).

Komunikasi antara Australia dan Malaysia

Kepala Petugas Hewan Australia, Mark Schipp, telah berkomunikasi dengan pihak Malaysia untuk mencabut kebijakan impor tersebut. Mark ingin meyakinkan bahwa Australia bebas dari LSD. “Australia segera berkomunikasi dengan rekan-rekannya di Malaysia untuk mencabut pembatasan sambil memastikan Australia bebas dari penyakit tersebut,” kata Mark mengutip Reuters.

Penyebab Keputusan Malaysia

Mark memaklumi keputusan Malaysia yang diambil atas saran dari Indonesia. Indonesia tidak menerima sapi dari empat perusahaan ekspor tertentu setelah terdeteksinya LSD pada sapi Australia yang diekspor dan telah tiba di Indonesia. Upaya sedang dilakukan untuk menyelidiki status kesehatan ternak yang terkena dampak penyakit ini.

Pembatasan Impor dari Australia

Indonesia sendiri telah menghentikan impor sapi hidup dari empat fasilitas Australia setelah LSD ditemukan pada sebagian kecil sapi setelah mereka tiba di Indonesia, demikian pernyataan pemerintah Australia. Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang, menjelaskan bahwa penangguhan impor ini akan berlangsung selama 60 hari sejak pengiriman surat resmi dari Barantan kepada otoritas Australia pada 12 Juli 2023.

Pendalaman Penyebab LSD

Selama waktu penangguhan ini, baik Australia maupun Indonesia akan melakukan pendalaman untuk menemukan penyebab dan sumber pasti LSD pada 13 ekspor sapi impor Australia.

Baca Juga: