Evergrande Menjadi Simbol Krisis Real Estate China, Ajukan Kepailitan

Evergrande Menjadi Simbol Krisis Real Estate China, Ajukan Kepailitan

Baca Juga:

Evergrande Mengajukan Perlindungan Kebangkrutan di AS

Raksasa properti, Evergrande, telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat (AS) sebagai upaya untuk melindungi asetnya di negara tersebut. Langkah ini dilakukan dalam tengah krisis real estat yang dihadapi China. Pengajuan perlindungan kebangkrutan dilakukan melalui Bab 15 di pengadilan New York, yang melindungi aset asing dari perusahaan saat sedang merestrukturisasi utangnya.

Evergrande sebagai Perusahaan Properti Terhutang Terbanyak di Dunia

Evergrande merupakan perusahaan properti terbesar di China dengan lebih dari 1.300 proyek di lebih dari 280 kota di negara tersebut. Selain itu, Evergrande juga memiliki unit bisnis lain, termasuk produsen mobil listrik dan klub sepak bola. Namun, perusahaan ini menghadapi masalah keuangan setelah gagal membayar utangnya dengan nilai sangat besar, yang diperkirakan mencapai lebih dari USD300 miliar. Akibatnya, saham Evergrande ditangguhkan dari perdagangan sejak tahun lalu.

Krisis Properti di China Menimbulkan Kekhawatiran Ekonomi

Tidak hanya Evergrande, beberapa perusahaan properti terbesar di China juga mengalami kesulitan keuangan. Beberapa di antaranya bahkan sedang berjuang untuk mendapatkan uang guna menyelesaikan pembangunan proyek mereka. Masalah ini menjadi perhatian karena jika konstruksi berhenti, pembeli tidak akan melakukan pembayaran hipotek, yang menambah tekanan pada keuangan pengembang.

Dampak Krisis Properti terhadap Ekonomi China

Krisis real estat di China juga berdampak pada ekonomi negara tersebut. Harga konsumen menurun pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, menunjukkan adanya deflasi. Pertumbuhan ekonomi yang lemah juga mengakibatkan turunnya impor dan ekspor China. Hal ini mengancam prospek pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia, sehingga bank sentral China pun memangkas suku bunga utama untuk kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir, sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi.

Keputusan Penting: Menyelesaikan Proyek yang Belum Selesai

Menyelesaikan proyek properti yang belum selesai menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini. Hal ini akan membuat sebagian pembiayaan mengalir dan meringankan tekanan keuangan pada pengembang. Dalam situasi krisis ini, langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan properti seperti Evergrande dapat berdampak pada pasar keuangan global, khususnya di AS.

Baca Juga: