Evergrande Menghadapi Krisis Properti yang Mencekam di China: Masuk Jilid 2

Evergrande Menghadapi Krisis Properti yang Mencekam di China: Masuk Jilid 2

Baca Juga:

Tekanan pada Sektor Properti di China

Sektor properti di China masih mengalami tekanan yang signifikan karena berbagai indikator yang mengalami kelesuan. Investasi properti di China telah mengalami penurunan selama 17 bulan berturut-turut pada bulan Juli 2023. Penjualan rumah juga mengalami penurunan akibat krisis utang yang semakin dalam. Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan bahwa investasi properti turun 17,8 persen secara tahunan pada bulan Juli, setelah mengalami penurunan 20,6 persen pada bulan sebelumnya. Penjualan properti berdasarkan luas lantai juga turun secara berturut-turut selama 25 bulan, dengan penurunan sebesar 23,9 persen pada tahun lalu. Indeks Harga Rumah bulanan China juga mengalami penurunan menjadi 0 persen pada bulan Juni.

Penurunan dalam Investasi Properti dan Penjualan

Data menunjukkan bahwa investasi properti secara nasional turun 8,5 persen selama tujuh bulan pertama tahun ini. Penjualan properti secara keseluruhan juga mengalami penurunan sebesar 6,5 persen pada Januari-Juli dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Konstruksi baru juga mengalami penurunan sebesar 24,5 persen secara tahunan, sementara dana yang dihimpun oleh pengembang properti turun 11,2 persen dalam setahun.

Country Garden Mengalami Kesulitan Keuangan

Sektor properti China semakin suram dengan berita bahwa pengembang real estat swasta terbesar di negara itu, Country Garden, berusaha untuk menunda pembayaran obligasi swasta untuk pertama kalinya. Country Garden diperkirakan akan mengalami kerugian sebesar USD7,6 miliar selama enam bulan pertama tahun ini. Sementara itu, sektor real estat telah mengalami penurunan penjualan, likuiditas yang ketat, dan serangkaian default pengembang sejak akhir 2021. Permintaan agar Beijing meluncurkan stimulus untuk menopang sektor properti semakin meningkat.

Spekulasi tentang Langkah-langkah Stimulus

Pada pertemuan Juli, para pemimpin Politbiro China berjanji untuk menyesuaikan kebijakan properti. Hal ini memicu spekulasi bahwa stimulus mungkin sedang dipersiapkan. Pelaku pasar mengharapkan langkah-langkah stimulus yang lebih banyak diimplementasikan di kota-kota besar, termasuk pelonggaran pembatasan hipotek, pengurangan uang muka dan suku bunga hipotek, serta pengurangan pembatasan pembelian rumah di area tertentu.

Kesamaan dengan Kasus Evergrande

Kondisi saat ini mengingatkan pada kasus Evergrande, salah satu perusahaan properti terbesar di China yang gagal membayar utangnya pada akhir 2021. Sejak itu, sektor properti China telah menghadapi banyak tantangan. Pada akhir Juli, Evergrande juga melaporkan pendapatan yang tertunda kepada investor di Hong Kong. Masalah keuangan yang dihadapi oleh Evergrande telah mempengaruhi industri properti negara tersebut, dengan banyak pengembang lain yang gagal membayar utang dan proyek pembangunan yang terbengkalai. Evergrande saat ini tengah berupaya untuk merestrukturisasi sekitar USD20 miliar utang luar negeri.

Baca Juga: