Evakuasi Warga Niger oleh Prancis dan Italia Mendapat Apresiasi Tinggi

Evakuasi Warga Niger oleh Prancis dan Italia Mendapat Apresiasi Tinggi

Baca Juga:

Pemimpin Militer ECOWAS Siap Mengadakan Pembicaraan di Nigeria

Pimpinan militer dari Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) siap mengadakan pembicaraan hari Rabu di ibu kota Nigeria, Abuja, mengenai kudeta pekan lalu di Niger.

Negara-negara Eropa Mengevakuasi Warga Negara mereka dari Niger

Sementara itu beberapa negara Eropa bekerja untuk mengevakuasi warga negara mereka dari Niger. Militer dan kementerian luar negeri Prancis bekerja untuk melakukan beberapa penerbangan dari Niger pada hari Rabu. Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan dua penerbangan pertama yang mendarat di Paris membawa lebih dari 350 warga negara Prancis serta orang-orang dari Niger, Portugal, Belgia, Ethiopia, Lebanon, Jerman, Kanada, India, Austria, dan AS. Warga negara Italia dan warga negara Eropa dan Amerika lainnya yang telah dievakuasi dari Niger, beberapa hari setelah junta merebut kekuasaan di negara Afrika barat itu, tiba di Bandara Ciampino, dekat Roma, Italia, 2 Agustus 2023.

Menteri Luar Negeri Italia Berbagi Informasi tentang Evakuasi

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, membagikan foto sebuah pesawat Angkatan Udara Italia yang ia katakan mendarat Rabu pagi dengan penumpang warga negara Italia yang meninggalkan Niger. Reuters melaporkan penerbangan itu membawa 36 warga Italia, 21 AS, empat Bulgaria, dua Australia, dan masing-masing satu warga negara Inggris, Niger, Hungaria, Senegal, dan Nigeria. Spanyol juga mengatakan pihaknya merencanakan penerbangan evakuasi bagi warga negaranya.

Dukungan dari Departemen Luar Negeri AS

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara hari Selasa dengan Presiden Niger Mohamed Bazoum, yang digulingkan oleh junta militer. Blinken menyatakan dukungan tak tergoyahkan bagi Bazoum dan demokrasi Niger, kata Departemen Luar Negeri AS. Ia menekankan bahwa AS menolak upaya-upaya untuk mengubah tatanan konstitusional, dan bersatu dengan rakyat Niger, ECOWAS, Uni Afrika, dan mitra-mitra internasional dalam mendukung pemerintahan yang demokratis serta respek terhadap supremasi hukum dan HAM. Dalam percakapan lain dengan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat, Departemen Luar Negeri AS mengatakan Blinken dan Mahamat mengulangi seruan bagi pembebasan segera Bazoum.

Baca Juga: