Eks PM Malaysia Meraih Kemenangan Setelah Dibebaskan dari Tuduhan Penyalahgunaan Kekuasaan

Eks PM Malaysia Meraih Kemenangan Setelah Dibebaskan dari Tuduhan Penyalahgunaan Kekuasaan

Baca Juga:

Pengadilan Malaysia Menolak Tuduhan Penyalahgunaan Kekuasaan Terhadap Muhyiddin Yassin

Pengadilan Malaysia telah menolak tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terhadap pemimpin oposisi dan mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Pengadilan menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. Tuduhan tersebut sudah diajukan pada bulan Maret dan melibatkan empat tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, pengadilan tinggi Kuala Lumpur telah memutuskan bahwa tuduhan tersebut tidak merinci tindakan-tindakan yang diduga dilakukan oleh Muhyiddin Yassin. Sehingga, Muhyiddin Yassin dibebaskan dan dilepaskan oleh pengadilan.

Tuduhan Pencucian Uang dan Bunuh Diri

Muhyiddin Yassin juga didakwa dengan tuduhan pencucian uang dalam kasus yang sama sebesar 232,5 juta ringgit atau sekitar 50,24 juta dolar AS. Namun, tuduhan ini telah dibantah oleh Muhyiddin Yassin. Keputusan pengadilan ini membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan Muhyiddin Yassin tidak melakukan kesalahan apapun. Pengacaranya yakin bahwa tuduhan-tuduhan lainnya juga akan dibatalkan berdasarkan keputusan pengadilan.

Kasus Korupsi dan Dakwaan Terhadap Anwar Ibrahim

Muhyiddin Yassin dan partainya telah menjadi target penyelidikan kasus korupsi setelah kalah dalam pemilihan nasional pada bulan November 2022. Rekening bank mereka telah dibekukan oleh lembaga anti-korupsi dan dua pemimpin partainya telah didakwa melakukan penyuapan. Muhyiddin Yassin, yang saat ini dilarang meninggalkan negara, menuduh Perdana Menteri Anwar Ibrahim melakukan dendam politik. Namun, tuduhan tersebut telah dibantah oleh Anwar Ibrahim. Muhyiddin Yassin memimpin sebuah aliansi konservatif yang semakin populer dan menjadi tantangan bagi pemerintahan koalisi Anwar Ibrahim. Dalam pemilihan regional yang diselenggarakan akhir pekan lalu, aliansi Perikatan Nasional yang dipimpinnya berhasil meraih dukungan di negara-negara bagian yang biasanya dikuasai oleh koalisi Anwar Ibrahim.

Baca Juga: