Bareskrim Libatkan Dua Komisaris dalam Penyelidikan Kasus TPPU Panji Gumilang

Bareskrim Libatkan Dua Komisaris dalam Penyelidikan Kasus TPPU Panji Gumilang

Baca Juga:

Dittipideksus Polri akan Mengejar Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang Ponpes Al Zaytun

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus melakukan pengusutan terhadap dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh pemilik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang komisaris untuk dimintai klarifikasi atau keterangan terkait dugaan TPPU ini.

Pemeriksaan Terhadap Komisaris PT Samudra Biru Mangun Kencana

“Pada Rabu, 26 Juli 2023 akan dijadwalkan pemeriksaan untuk klarifikasi,” kata Ramadhan kepada wartawan, Rabu (26/7/2023). Ramadhan mengatakan, kedua komisaris itu merupakan petinggi dari PT Samudra Biru Mangun Kencana (SBMK). “Saudara AF Komisaris PT Samudra Biru Mangun Kencana, dan Doktor MI atau MY Komisaris Utama PT Samudra Biru Mangun Kencana,” ujarnya. Kendati demikian, Ramadhan enggan menjelaskan secara detail mengenai alasan dari diperiksanya kedua komisaris tersebut. Dia hanya mengatakan, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi atau keterangan terkait dugaan TPPU Panji.

Menko Polhukam Serahkan Laporan PPATK terkait Kasus TPPU Ponpes Al Zaytun

Sebelumnya, Menko Polhukam, Mahfud MD, telah menyerahkan hasil laporan PPATK terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan pemilik Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang ke penyidik Bareskrim. Dalam laporan itu, Mahfud menjelaskan, terdapat 145 dari 367 rekening yang diduga berkaitan dengan dugaan TPPU yang dilakukan oleh Panji. Hingga saat ini, Bareskrim masih melakukan pendalaman terkait dugaan TPPU tersebut. “Kami sudah menyampaikan laporan baru kepada Polri yaitu tentang tindak pidana pencucian uang. Kami telah menemukan 145 rekening dari 367 rekening yang menurut PPATK diduga mempunyai kaitan dengan pondok atau kegiatan Al Zaytun, kegiatan Panji Gumilang,” jelas Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (11/7/2023) lalu.

Baca Juga: