Amarah Rusia Berkecamuk: 60.000 Ton Biji-bijian Ukraina Dihancurkan oleh Drone dalam Seminggu Terakhir

Amarah Rusia Berkecamuk: 60.000 Ton Biji-bijian Ukraina Dihancurkan oleh Drone dalam Seminggu Terakhir

Baca Juga:

Rusia Menarik Diri dari Kesepakatan Biji-Bijian Laut Hitam

Rusia telah mengambil keputusan untuk menarik diri dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam. Keputusan ini memberikan dampak besar bagi Ukraina yang menggunakan jalur ekspor tersebut. Salah satu tindakan yang diambil oleh Rusia adalah menghancurkan lebih dari 60.000 ton biji-bijian dengan drone dalam seminggu terakhir.

Drone Rusia Melakukan Serangan di Pelabuhan Laut Hitam Odesa

Drone Rusia secara terus-menerus menggempur depot biji-bijian di kota pelabuhan Laut Hitam Odesa. Serangan yang hampir terjadi setiap malam ini merusak infrastruktur penyimpanan biji-bijian di daerah tersebut. Rasanya, drone buatan Iran ini juga telah menyerang pelabuhan Ukraina di Sungai Danube, menyebabkan kerusakan juga terjadi di sana.

Dampak Serangan Drone di Pelabuhan Ukraina di Sungai Danube

Dampak dari serangan drone ini sangat merusak. Dikutip dari BBC, Danube adalah jalur ekspor utama untuk Kyiv sejak Rusia menarik diri dari kesepakatan biji-bijian. Apabila Ukraina ingin mengirimkan gandum, jagung, dan produk lainnya melalui Laut Hitam, jalur ini merupakan pilihan yang utama. Namun, dengan serangan drone ini, infrastruktur penyimpanan biji-bijian di Sungai Danube hancur.

Rusia Terus Menyerang Infrastruktur di Ukraina

Rusia terus menyerang infrastruktur di Ukraina sebagai bagian dari penarikan diri mereka dari kesepakatan biji-bijian. Kepala Odesa Oleh Kiper menyatakan bahwa Rusia telah menyerang infrastruktur di wilayahnya selama empat jam dengan menggunakan drone buatan Iran. Selain hanggar biji-bijian dan tangki penyimpanan yang hancur, tiga gudang juga menjadi sasaran serangan ini. Namun, pertahanan udara berhasil menghancurkan tiga dari lima belas drone yang terlibat dalam serangan ini. Akibat serangan ini, empat orang terluka dan satu mengalami luka serius.

Dampak Rusia Menarik Diri dari Kesepakatan Biji-Bijian

Penarikan Rusia dari kesepakatan biji-bijian telah memberikan dampak signifikan di pasar global. Harga biji-bijian naik sebesar 8% hanya dalam satu hari penarikan Rusia. Selain itu, hancurnya kesepakatan juga berarti bahwa Rusia secara aktif menargetkan lokasi pelabuhan di Ukraina yang sebelumnya ditangguhkan selama kesepakatan. Jalur ekspor seperti Danube, jalan raya, dan jalur kereta api dari Ukraina ke Polandia, Rumania, dan negara tetangga lainnya juga telah menjadi sasaran serangan Rusia. Padahal, jalur-jalur ini telah dikembangkan sebagai alternatif sejak invasi Rusia. Meskipun dua juta ton biji-bijian telah diekspor melalui sungai pada tahun lalu, angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan apa yang dibutuhkan Ukraina untuk diekspor. Selain itu, rute-rute ini juga lebih mahal dalam segi logistik jika dibandingkan dengan pengiriman melalui laut.

Baca Juga: